Uncategorized

Apakah Naga Pernah Ada di Dunia Nyata?

1.  Komodo

Inilah naga berbentuk reptil raksasa. Panjangnya bisa mencapai 3 meter dengan berat 70 kg. Meski tidak menyemburkan api, namun mampu membunuh (dan memakan) kijang atau kerbau dengan mulutnya. Caranya? Air liur komodo yang beracun itu ia semprotkan ke luka korban yang sebelumnya telah ia gigit dengan giginya yang setajam pisau.

Reptil besar ini dapat berlari hingga 20 kilometer per jam pada jarak pendek; berenang dan mampu menyelam sedalam 4,5 meter, serta bisa memanjat pohon menggunakan Slot Bet Kecil cakarnya yang kuat. Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauan, komodo dapat berdiri menggunakan kaki belakangnya dan ekornya  sebagai penunjang.

Ular naga (Xenodermus javanicus), atau dragonsnake adalah satwa yang ada di Indonesia dan Malaysia, terkadang ditemukan di Thailand dan Myanmar. Xenodermus sendiri berarti ‘kulit aneh’ yang mengacu pada tubuhnya yang dipenuhi barisan sisik besar.

Panjang ular ini bisa mencapai 60 cm yang ukuran betinanya biasanya lebih besar ketimbang jantan. Biasanya, ia ditemukan di persawahan saat memburu katak sebagai mangsa utamanya.

Capung bisa ditemukan di semua benua kecuali di Antartika. Jumlahnya sekitar 5.000 species di seluruh dunia. Yang paling besar adalah capung raksasa petaltail (Petalura ingentissima)yang ditemukan di Queensland, Australia.

Capung hitam-kuning ini hidup di sepanjang sungai-sungai di hutan hujan. Tubuhnya berukuran hingga  12 cm dengan rentang sayap mencapai 16 cm dan dipercaya sebagai capung tertua yang hidup sejak masa Jurasik.

Nama ‘dragonflies’ disematkan karena kemampuan maneuver terbangnya, yang pada masa lalu dianggap sebagai jelmaan setan. Capung dituduh menjahit mata dan mulut anak-anak yang sedang tidur dengan mulutnya.

Yang unik, naga yang panjangnya hanya 3 cm ini, dapat mengambang di atas punggungnya dan berkelana mengikuti arah angin. Kemampuan mengapung ini dimungkinkan karena gelembung udara di perutnya. Siput cerdas ini pun mampu mengelabuhi para pemangsanya, karena dari bawah dia akan terlihat berwarna perak menyerupai permukaan laut. Bagi burung, ia akan terlihat biru seperti permukaan laut dari udara.

Lebih dari 84 tentakel yang menyembul keluar dari sekujur tubuhnya, menyerupai jari, atau kelenjar, atau bahkan sayap. Inilah mengapa julukannya ‘dragon’ karena tentakel tersebut menyimpan sel-sel penyengat yang mampu melumpuhkan ikan. Bila terkenal kulit manusia, menimbulkan rasa perih.

Para ilmuwan sudah kenal dengan jenis ini. Dinamakan begitu karena bagian-bagian tubuhnya yang menyembul keluar menyerupai daun atau rumput untuk berkamuflase di dasar laut.

Nama ‘dragon’ disematkan ketika seekor seadragon terdampar di pantai Perth, Australia sekitar 100 tahun lalu. Penduduk lokal meyakini bahwa di lautan, banyak naga yang menyerupai seperti  yang terdampar tersebut.

دیدگاهتان را بنویسید

نشانی ایمیل شما منتشر نخواهد شد. بخش‌های موردنیاز علامت‌گذاری شده‌اند *